Showing posts with label Thailand. Show all posts
Showing posts with label Thailand. Show all posts

Saturday, 7 March 2015



Tempat yang ramai dan padat dikunjungi turis mancanegara, pasti selalu akan ada orang – orang yang berusaha mencari keuntungan dari turis – turis yang bermodalkan sedikit informasi, terutama backpackers. Bangkok merupakan salah satunya, dimana telah ditayangkan di acara Scam City Season 1 Episode 5 di National Geographic.

Nah, ketika saya mengunjungi Bangkok, saya telah membekali diri saya dengan semua informasi scamming dari internet dan buku Claudia Kaunang, terutama di Grand Palace. Saya sendiri mengalaminya sebanyak 3 kali selama 2 hari di Bangkok di 3 tempat yang berbeda.

Scam di Sa Tai Mai (Southern Bus Terminal)
Karena minimnya transportasi umum yang directly menuju Sa Tai Mai, mau gak mau, kita mesti menggunakan Taksi untuk ke sini. Sebenarnya, ada public bus yang berhenti di dekat terminal, tetapi, karena Google Map yang masih menuliskan huruf Thai, saya pun memutuskan menggunakan taksi ke terminal Sa Tai ini.

Scam ini terjadi ketika telah selesai membeli tiket bus menuju Phuket dan sedang mencari taksi menuju Khao San Road. Karena terminal yang sangat besar, saya kehilangan arah untuk mencari taksi. Saya pun menanyakan orang – orang di luar terminal, dan saya pun diarahkan ke parkiran terminal. Kemudian, dia meminta 100 Baht, untuk tumpangan menuju Khao San Road !! Saya langsung terkejut, dan saya langsung menanyakan dimana taksinya. Ternyata, orang tersebut yang mau membawa saya ke Khao San Road dengan motorcycle !!! OMG !!!

Untunglah pas di tempat, ada petugas yang mondar – mandir, dan saya langsung menanyakan arah menuju taksi, dan dia memandu saya ke sana.

Scam di Grand Palace
Kalo scam di sini yang paling parah, dan sudah paling terkenal di Bangkok. Biasanya ada 2 tipe scam di sini. Yang pertama, adalah penjual makanan burung merpati yang akan melemparkan makanannya ke tubuh turis yang lewat atau menawarkan kepada turis untuk membantu melemparkan makanan. Setelah itu, mereka akan meminta bayaran. Nah, ketika saya di Sanam Luang Park (taman besar sebelum menuju Grand Palace), saya melihat banyak ibu – ibu yang memberikan makanan ke burung merpati tersebut, dan saya telah beware dengan scamming model ini, jadi saya tinggal menyebarang ke pinggir jalan lainnya. Passed !

Sialnya, saya malah ketemu scam tipe ke-2. Saya bertemu dengan seorang bapak yang mengaku sebagai dosen di salah satu universitas di Bangkok. Dia mengatakan kalau Grand Palace tutup dan menyarankan saya untuk menuju tempat lain. Dia pun meminjam buku tulis dan pulpen dan menuliskan peta menuju Wat – Wat yang lain dengan harga yang murah. Seketika, saya pun sadar saya telah discam ketika dia memanggil tuk – tuk untuk membawa saya ke tempat tersebut.

Saya langsung mengatakan bahwa saya tetap ngotot ingin ke Grand Palace dan meninggalkannya. Bapak tuch mungkin karena emosi karena di PHP ama saya, dia pun memaki – maki saya dari kejauhan. Saya pun berjalan cepat segera menuju keramaian di gerbang Grand Palace, takut dikejar ama Bapak dan supir tuk – tuk nya.

Scam di MBK
Ini merupakan scam yang umum terjadi, yaitu taxi – scamming, dimana supir taksinya tidak mau menyalakan argo dengan segala alasan. Ne terjadi ketika saya pulang dari MBK, dan menyewa taksi menuju Sa Tai Mai.

Supirnya tidak mau menyalakan argo dengan alasan traffic – jam, dan saya tetap ngotot ingin menyalakan argo. Mungkin karena dia tidak senang, dia langsung ketus : “You search another car, I will stop here.”
Akhirnya, saya dikeluarkan dari taksi itu di pinggir jalan, untunglah ada taksi lain yang lewat, dan supirnya tentu saja mau menyalakan argo taksi tersebut.


So, tetaplah waspada dan percaya diri dengan itinerary yang Anda buat agar dapat terhindar dari scam tersebut. Jangan sampai Anda takut mengunjungi Bangkok hanya karena scam tersebut. Bangkok dan Thailand tetap menjadi favorit saya dibandingkan Malaysia dan Singapore. Happy traveling !!

Friday, 5 December 2014

Pad Thai
Inilah makanan favorit saya selama di Thailand, baik ketika di Bangkok, Phuket, atau Krabi, saya selalu mencoba mencicipi makanan yang termasuk dalam pool “World’s 50 most delicious food readers” (posisi 5) yang dilakukan oleh CNN pada tahun 2011.

Menurut sejarahnya, Pad Thai ini berasal dari ibukota kuno Thailand, Ayuthaya yang diperkenalkan oleh para pedagang suku Viet dan dimodifikasi dengan cita rasa khas Thai. Pemerintahan Perdana Menteri Plaek Phibunsongkram pada saat itu menamakan “Pad Thai” sebagai kampanye untuk mempromosikan negara Thai, dan untuk mengurangi konsumsi beras domestik. Dengan mengurangi konsumsi beras domestik, maka ekspor beras Thai akan meningkat dikarenakan perekonomian Thailand sangat bergantung kepada ekspor beras.

Pad Thai sebenarnya mirip dengan kwetiaw. Namun, Pad Thai terasa lebih spicy dan lebih kaya rasa. Terdapat sedikit rasa asam dari tamarind, namun dikombinasikan dengan rasa manis dari saus Thai-nya.
Harga Pad Thai ini sangat murah dan sangat mudah ditemukan, karena merupakan makanan “street food” yang dapat ditemui di seluruh jalan di Thailand. Harganya hanya berkisar dari 30 Baht – 100 Baht, tergantung lauknya yang bervariasi dari telur, udang, ayam, sapi, cumi, dan lauk seafood lainnya.

Dari surfing di internet, ini ada beberapa lokasi yang paling recommended untuk mencicipi Pad Thai di Bangkok, walau penulis hanya pernah mencoba di kios – kios Khao San Road :

Thip Samai Restaurant

Thip Samai Pad Thai dibuka tahun 1966 dan merupakan kios kecil di Maha Chai Road, dekat persimpangan Samranraj. Karena krisis perang saat itu, kios kecil ini menjadi terkenal di Bangkok karena kualitas dan cita rasanya. Orang sekitarnya menyebut tempat ini “Pad Thai Pratu Phi” karena lokasinya yang dekat dengan persimpangan Pratu-Phi.

8049650250_1dc454bfd3_b









Tempat ini merupakan tempat Pad Thai terbaik di Bangkok dengan menu andalannya “Superb Pad Thai (70 Baht)”

Alamat :
313 Mahachai Road, Samranrat, Phra Nakorn (jika Anda menggunakan taksi, beritahukan kepada supirnya “Pad Thai Pratu Phi”)


Sukhumvit Soi 38

Kalau Anda pecinta street food, maka tempat ini layak disebut sebagai tempat penyedia Pad Thai street food terbaik di Bangkok. Lokasinya berada di daerah Sukhumvit. Warung ini juga pernah memenangkan kejuaraan Pad Thai di Bangkok.

DSC0720

Alamat :
Sukhumvit Soi 38 (bisa dikunjungi dengan BTS Skytrain dan berhenti di Thong Lo Station). Soi 38 hanya terdapat di depan stasiun.

Nah, bila Anda yang dalam waktu dekat akan berlibur ke Bangkok, bisa mencoba 2 tempat ini untuk mencicipi Pad Thai terbaik di Bangkok.

Friday, 24 October 2014

Tidak terbesit di pikiran saya, bahwa saya akan merencanakan perjalanan ke luar negeri hingga saya iseng – iseng membaca gratis (dasar kere !!) buku “Rp 2 Juta Keliling Thailand, Malaysia, dan Singapore” karangan Claudia Kaunang di Toko Buku Gramedia di salah satu mall terbesar di Medan.

Kesan pertama yang saya peroleh tentu saja adalah BIAYA !! Traveling selalu identik dengan mahal dan terkesan menghambur – hamburkan uang. Mungkin karena saya selalu mendengar cerita – cerita teman – teman saya yang menghabiskan puluhan juta rupiah hanya untuk berkeliling 1 minggu di Kuala Lumpur ataupun Singapore, maka saya selalu mengurungkan niat saya untuk traveling.

Tentu saja, ketika membaca buku Claudia Kaunang, dengan hanya Rp 2 Juta mengelilingi Bangkok, Phuket, Krabi, Hat Yai, Penang, Ipoh, Kuala Lumpur, Malaka, dan Singapore selama 10 hari langsung menginspirasi saya melaksanakan perjalanan serupa. Apalagi perjalanan ini sudah meliputi Wisata Favorit Orang Medan, yaitu Bangkok, Phuket, Penang, Kuala Lumpur, dan Singapore. Dan saya bisa mengunjungi semua kota tersebut dalam 1 kali perjalanan saja.

Akhirnya, saya merencanakan akan melakukan perjalanan backpacking trip tersebut tahun depan, tepatnya Juni 2013. Dalam jangka waktu 1 tahun, saya menyusun itinerary, mencari tiket pesawat murah, serta akomodasi yang murah, aman, dan nyaman.

Tahun 2013 tiba, akhirnya saya bisa menikmati perjalanan pertama traveling ke luar negeri. Benar – benar sangat menyenangkan dan begitu banyak kesan dari pengalaman saya tersebut, dari keadaan kota, lalu lintas negara tersebut yang aman, disiplin, serta budaya, makanan, dari setiap kota. Setiap kota memiliki ciri khasnya sendiri.

2013 Trip
2013 Trip (Thailand - Malaysia - Singapore)
Dimulai dari Bangkok yang macetnya panjang, tapi rapi (tidak ada bunyi klakson loh di Bangkok). Phuket dan Krabi yang menyajikan kota kecil yang tenang dengan pantai yang indah. Dilanjutkan kota perbatasan Hat Yai yang kecil, tapi padat. Melewati perbatasan darat, dengan dimintai 1 RM oleh petugas imigrasi. Mulai memasuki kota Penang yang tenang, dan Kuala Lumpur yang padat. Terakhir, memasuki Singapore, yang sangat bersih.
Benar – benar perjalanan yang memberi pengalaman yang tidak terlupakan. Priceless !!!

Wednesday, 23 April 2014

IMG-20130607-00408
Minibus yang akan mengantar kami ke kota Hat Yai tiba di hotel kami pukul 07.20 dimana kita telah menunggu di depan hotel. Hari ini kita akan menghabiskan waktu lebih banyak di dalam mobil, karena akan tiba di Penang malam hari. Nothing special in this day, tetapi kita mengalokasi waktu 4 jam di kota transit, Hat Yai.
 

Hat Yai

Kita tiba di Hat Yai pukul 11.30, dan kami segera mencari agen perjalanan untuk mencari minibus ke Penang. Minibus ini akan berangkat pukul 15.30 dan kita menitipkan tas dan ransel agar lebih leluasa menjelajahi kota Hat Yai ini.
Tidak ada spesial dari kota ini. Tujuan pertama kita tentunya adalah makan siang untuk mengusir kelaparan yang melanda kita selama perjalanan dalam minibus. Ini menu makan gw di kota Hat Yai :

IMG-20130607-00396 
Setelah makan siang, kita melanjutkan perjalanan ke Pasar tradisional di kota Hat Yai untuk berbelanja sedikit, dan menyempatkan diri ke Lee Garden Plaza dan Central Mall. Tidak ada lagi yang spesial di kota ini selain kemacetan yang amburadul seperti di Indonesia, orang – orang yang bermain kartu di jalanan, dan lainnya. Ini gw kasi beberapa penampakan Hat Yai :


 IMG-20130607-00408IMG-20130607-00409IMG-20130607-00391 IMG-20130607-00393 IMG-20130607-00399 IMG-20130607-00404

Overland Thailand – Malaysia

Antrian mobil yang panjang di daerah perbatasan Thailand – Malaysia membuat kita harus menghabiskan waktu 1 jam hanya untuk mengurus imigrasi. Uniknya, sebelum keluar dari perbatasan Thailand, kita diingatkan supir untuk menyelipkan uang 1 Ringgit Malaysia ke dalam paspor. (Jadi, usahakan membawa pecahan uang 1 RM ya !!!)

IMG-20130607-00413

Seperti foto di atas lah, perbatasan Thailand – Malaysia…
Banyak kesan yang gw dapatkan selama 5 hari di Thailand, dari dimulai scamming di Bangkok, perjalanan yang melelahkan menuju Phuket selama 14 jam, berteman dengan sesama backpackers di Krabi, dan berbelanja di kota transit, Hat Yai. Sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan !!!
Good Bye Thailand !!! I will be back again !!!  Sesuai slogannya, “AMAZING THAILAND !! “
 

Penang

Jam 20.00 malam, akhirnya kita tiba di Penang. Kita berhenti di Jalan Burma, Pulau Tikus Plaza, karena kita menginap di rumah yang disewakan per kamar seperti apartemen / kos. Harganya sangat murah, dan kita membookingnya dengan menelepon pemilik rumah dari Medan.
Seperti biasa, gw harus mencari makan !!! Kelaparan terus menerpa gw hari ini, karena menghabiskan sepanjang hari di dalam minibus membuat gw sangat lapar !!
 
Segera kita mencari rumah makan yang terletak pas di depan jalan Burma. Uniknya, di Penang, kita harus membayar biaya air minum, walaupun kita tidak minum di rumah makan. Mendingan kita pesan minuman saja daripada membayar charge yang gak jelas gitu. Ne menu makan malam gw :

IMG-20130607-00417
Ne gw juga mengsharing hasil jepretan suasana kota Penang di malam hari ne :

IMG-20130607-00423 IMG-20130607-00415 IMG-20130607-00421

Jam 10 malam kami kembali ke penginapan dan kaki gw bisa beristirahat sepanjang hari ini yang telah mulai bengkak karena pendakian di Tiger Cave.
Tidak ada spesial di hari 5 ini, tetapi kita mendapatkan waktu istirahat yang cukup banyak di dalam minibus sepanjang hari.


To be continued….

Tuesday, 22 April 2014

Top of Tiger Cave, Krabi

Pagi yang cerah menyambut kita dalam melakukan perjalanan menuju kota selanjutnya, Krabi !!! Dari informasi yang gw dapatkan, Krabi adalah “gerbang” menuju Phi – Phi Island, James  Bond Island, dan Island lainnya yang terkenal dengan batu kapurnya yang cantik – cantik itu loh !! Jadi, kalau lagi di Phuket, Krabi merupakan kota yang wajib disinggahi  ya !

Dari guesthouse, kita segera menaiki songthaew menuju terminal dan menaiki minibus yang membawa kita ke Krabi. Perjalanan 4 jam ini cukup seru, karena pemandangan yang indah, ketika melewati jembatan laut Andaman yang indah dan pemandangan batu – batu kapur yang besar. Seru !!


IMG-20130606-00249 IMG-20130606-00270 IMG-20130606-00272

Jam 11 siang, kita tiba di terminal Krabi Town yang kecil, dan gw segera membeli tiket minibus menuju Hat Yai + pick-up dari guesthouse kami keesokan paginya. Seperti biasa, banyak supir taksi yang menawarkan jasanya, tetapi kita seperti biasa juga, mencari yang termurah, yaitu dengan songthaew, menuju Krabi Town.

Krabi Town

Menurut gw, kota ini lebih menyenangkan daripada Phuket Town. Suasana di sini sangat nyaman, sepi kendaraan, rapi, bersih, dan udaranya lebih sejuk dibandingkan Phuket Town. Songthaew berhenti di Maharaj Road Soi 6, dan kami menanyakan penduduk lokal alamat The Greenery Hotel, hotel berbintang 3 yang telah kita booking dari Agoda.
Seperti inilah suasana Krabi Town :


IMG-20130606-00255 IMG-20130606-00256

The Greenery Hotel merupakan hotel yang cukup murah, bersih, nyaman, dan segar karena memiliki kebun sendiri di dalam hotel. Ne susasana hotel di The Greenery Hotel :

Greenery Hotel, Krabi Greenery Hotel, Krabi

map01

Setelah check – in, bau ayam panggang yang terletak persis di sebelah hotel kita telah sangat menggoda untuk membawa kita makan siang di tempatnya. Ne menu makan siang gw (2 porsi), hehehehe…
 
IMG-20130606-00262 IMG-20130606-00263

Wah !! Benar – benar kenyang kali menu makanan hari ini, dengan 100 Baht, dapat menu seperti di atas !!!
 

Ao Nang Beach

Selesai makan siang, langsung z kami berangkat ke Maharaj Road, menumpang songthaew dari Soi 6 menuju Ao Nang Beach. Pantainya memiliki air biru bening, pasir berwarna putih merah, sejuk, dan suasananya yang lebih sepi dibandingkan Patong Beach, membuat gw lebih prefer Ao Nang Beach ini. Ne jepretan gw :


IMG-20130606-00328IMG-20130606-00307  IMG-20130606-00326 IMG-20130606-00309
 
Puas menikmati suasana pantai Ao Nang yang tenang dan cocok untuk bermalas – malasan di sini, kita kembali menyewa songthaew untuk membawa kita ke Tiger Cave Temple (Wat Tham Sua).

Tiger Cave Temple

Sesuai dengan namanya, kuil ini menyembah seekor patung harimau, makanya disebut Tiger Cave Temple. Sejarahnya gw kurang tauh sich, mungkin akan gw post di rubrik travelogy nantinya.. Lho ? Jadi, apa yang menarik di sini ?


Yang membuat para turis ke sini, adalah kita dapat menaiki 1237 anak tangga untuk menuju puncak salah satu bukit kapur. Dari atas, kita dapat melihat pemandangan yang cukup spektakuler untuk diambil fotonya. Jadi bagi para fotografer, wajib menaklukkan 1237 anak tangga ini.


Sebelum mendaki, usahakan membawa 2 – 3 botol air mineral, dan simpan barang Anda baik – baik, karena banyak monyet – monyet yang berkeliaran sepanjang perjalanan ke puncak. Air mineral sangat penting, karena humiditas, kelembapan khas tropis, serta udara yang kian menipis, dan anak tangga yang semakin terjal menanti Anda selama perjalanan ke atas.

IMG-20130606-00335

Start !!! Perjalanan ke atas masih terlihat mudah, karena anak tangga belum terlihat terjal.  Tetapi, ketika mulai memasuki anak tangga ke 200an, kelelahan mulai terasa dan anak tangganya juga semakin terjal. Saran gw, setiap tangga yang mau berkelok, istirahat 2-3 menit dulu.


Di tangga 500an, kita bertemu sepasang turis dengan cowoknya bernama David (Portugal), dan Paula (Spanyol). Nah, si Paula ini komplain ke pacarnya, kalau dia ga sanggup naik ke atas lagi. Si Davidnya ngotot terus mau ke atas. Jadi si Davidnya minta tolong ama kita untuk menyakinkan ceweknya kalau pemandangan di atas sangat cantik, biar si Paula ga nyerah.


IMG-20130606-00341 IMG-20130606-00338 IMG-20130606-00340 

Pada akhirnya, kita sepakat untuk melanjutkan perjalanan ke atas bersama – sama. Ternyata tidak mudah, benar – benar membutuhkan kaki dan stamina yang kuat. Di 800 – 1000 an Paula pun hampir menyerah, dan terus menggerutu : “ I hate this mountain. ” Teman gw ES pun mulai terasa mual dan gw sendiri juga merasa mual.
 
Akhirnya, setelah 40 menit dari anak tangga pertama, kita berhasil tiba di puncak, dan suasananya benar – benar luar biasa. Rasa mual, pusing dan lelah sepanjang pendakian akibat udara tipis langsung hilang. Ne beberapa jepretan nya :


 IMG-20130606-00361IMG-20130606-00368 IMG-20130606-00364 IMG-20130606-00363

Back to Krabi Town

Jam 5, kita kembali turun ke bawah, dan segera menaiki songthaew untuk kembali ke Krabi Town. Kita diturunkan di salah satu landmark Krabi Town, sesuai nama kotanya yang berasal dari “Krab” artinya kepiting. Ne fotonya :


20130606_175222 20130606_175102

20130606_174855

Puas berkeliling kota Krabi dan berbelanja sedikit pernak – pernik, kita kembali ke guesthouse. Beristirahat sebentar, dan keluar kota lagi untuk makan malam. Ne menu makan malam gw yang menurut gw ne makanan yang gw paling suka sepanjang di Thailand, hahahaha…


IMG-20130606-00381 IMG-20130606-00380

Sluuuuurrrrppppp!!! 

Kita kembali ke Greenery Hotel. Sedih rasanya besok akan meninggalkan kota Krabi ini, karena masih banyak tempat wisata seperti Phi – Phi Island, dan Island lain yang belum dijamah ama gw. So, I will be back in here in 2 – 5 years !!


To be Continue !!!

Monday, 21 April 2014

IMG-20130605-00232
Pukul 9 pagi, bus akhirnya berhenti di New Phuket Town Bus Terminal. Dengan mata yang masih meler akibat insomnia, gw mandi bebek terlebih dahulu di toilet terminal. Gw lalu menanyakan informasi bagaimana cara menuju Phuket Town dan didapatkan info mesti pake taksi. Akhirnya kita memilih mencoba berjalan kaki menuju Phuket Town. Sebelum berangkat ke Phuket Town, kita menyempatkan diri untuk membeli tiket minivan menuju Krabi keesokan paginya.


Cuaca pagi Phuket yang cerah dan panas khas pantai menyambut kami berjalan kaki menuju Phuket Town. Ternyata, jalan kaki ini tidak mungkin, sangat jauh !! Akhirnya gw nyerah, dan memilih naik taksi menuju Phuket Town.

 

Phuket Town

TIba di Phuket Town, kita segera menuju Lub Sbuy Guest House yang menjadi akomodasi kami di Phuket. Sialnya, kita tidak bisa early check in. Jadi gw menitipkan tas untuk berkeliling Phuket Town. 2 teman gw memilih untuk tidur di resepsionis karena kelelahan dan cuaca yang sangat panassss !!

Gw sekalian menanyakan info menuju Patong Beach dan cara menuju terminal bis, dan semua tempat tersebut bisa dilalui dengan songthaew. Ini peta Walking Tour Phuket Town :

Phuket Town Map

Nah, posisi Lub Sbuy Guest House adalah di depan Royal Phuket City Hotel dekat Old Phuket Town Bus Termnal. Dari sana, gw berjalan menuju Robinson Deparment Store dan Ocean Mall melalui Phuket Town Market.
Robinson Department Store Ocean Shopping Mall   

Dari Ocean Shopping Mall, gw menyusuri jalan hingga menuju sebuah menara jam. Setelah mengambil foto, gw berjalan lurus hingga menuju Ranong Road dan menuju On On Hotel (tempat syuting film The Beach yang dibintangi Leonardo Di Caprio). Dari sana, gw menuju sebuah fountain (tapi, air mancurnya tidak hidup). Lalu, kembali ke Phanga Road.

Clock Tower On On HotelFountain 
Puas mengambil foto dan walking tour Phuket Town, gw kembali ke guesthouse, mengajak 2 teman gw untuk makan siang di daerah Phuket Town. Ne menu makan siang gw :

IMG-20130605-00165Sluuurrpp !!! Lezat !!! tapi porsinya dikit, kurang puas !!
 
Jam 12.30, kita kembali ke guesthouse, dan kita sudah diperbolehkan untuk melakukan check-in.. Horee !!! Gw beristirahat sebentar, dan pukul 14.00 kami berangkat ke Ranong Road (sesuai dengan informasi, songthaew menuju Patong Beach berhenti di sini) menuju Patong Beach dengan songthaew. Ini dech penampakan songthaew nya :


IMG-20130605-00183 

Patong Beach

Perjalanan menuju Patong Beach benar – benar membuat kita berdebar – debar, naik- turun yang curam, jalan berliku – liku  curam selama 40 – 45 menit perjalanan kita barulah tiba di Patong Beach.

Ne beberapa jepretan foto Patong Beach, walau pantainya tidak biru, karena hujan lebat yang melanda Phuket semalam, suasana dan angin pantainya begitu segar membuat gw melupakan perjalanan Bangkok – Phuket yang melelahkan.

Gw kembali melakukan walking tour sepanjang pantai, dan melihat ada gerobak penjual ayam goreng, dan gw langsung z menyantapnya ! Hehehe….

IMG-20130605-00230
Kalau snack di atas, benar – benar sangat LEZAAATTT !!! Yummy !
 
Jam 5 sore, kita kembali ke tempat perbehentian songthaew, dan menuju Central Festival Department Store untuk berjalan – jalan.


IMG-20130605-00236 IMG-20130605-00239

 

Back to Phuket Town

Dengan menyewa taksi dari Central Festival (karena songthaew terakhir dari Central Festival adalah jam 5 sore), kita kembali ke Phuket Town dan berhenti di guesthouse. Siap mandi dan beristirahat, kita langsung z menuju foodcourt jalanan yang terletak persis di sebelah guesthouse.


IMG-20130605-00240 IMG-20130605-00241

Tuch dech menu makan malam gw dan lokasi makan malamnya. Lumayan enak dengan harga yang murah, hehehe…
Habis makan, berkeliling Phuket Town lagi di malam hari, membaca majalah – majalah di lobby guesthouse, kembali ke kamar dan tidur untuk perjalanan yang lebih seru ke Krabi keesokan harinya. 

To be continued…..